Fungsi Dan Bagian Blok Silinder pada Motor 2 Tak

Karyasendiri.com - Sistem pembakaran pada mesin tidak lepas dari yang namanya blok silinder (cylinder block) kenapa begitu? karena blok silinder menjadi tempat dimana proses pembakaran pada sebuah mesin beroperasi. Area blok silinder menjadi pusat dengan suhu paling panas jadi jangan sekali-kali sengaja atau memegang disaat proses pembakaran berlangsung atau setelah mesin digunakan dalam perjalanan jauh dengan tangan kosong (tanpa pelindung) berakibat kulit seperti terbakar melepuh. Pada kendaraan pengeluaran terbaru bisa dikatakan sudah cukup aman karena sudah dilengkapi dengan cover pengaman meskipun begitu pengendara tetap harus berhati-hati.


Blok silinder pada motor 2 tak lebih rumit dibandingkan dengan motor 4 tak, pada motor 4 tak blok silinder dibagian dinding liner atau boring halus tanpa lubang sedangkan motor 2 tak dibagian dinding liner terdapat beberapa lubang yang berfungsi sebagai lubang tansfer bahan bakar, lubang bilas dan lubang buang sisa pembakaran.

Pada motor 4 tak proses transfer bahan bakar, pembilasan dan pembuangan sisa pembakaran diatur oleh klep masuk (in) dan klep buang (ex).

Pengertian dan Fungsi Blok Silinder

Blok silinder (cylinder block) merupakan salah satu komponen penting dalam sebuah mesin yang sebagai tempat ruang pembakaran dan tempat piston bekerja.

Fungsi Utama Blok Silinder

Sebagai dudukan kepala silinder (cylinder head)
Sebagai tempat ruang pembakaran
Sebagai tempat pergerakan piston berkerja.

Bagian Silinder 2 Tak

  1. Transfer Port atau lubang transfer berfungsi sebagai jalur untuk berpindahnya bahan bakar dari ruang karter ke ruang bakar
  2. Scavenging Port atau lubang pembilasan berfungsi sebagai jalur untuk proses pembilasan bahan bakar 
  3. Exhaust Port atau lubang pembuangan berfungsi sebagai jalur keluarnya gas sisa hasil pembakaran menuju knalpot 
  4. Bearing Bambu befungsi untuk memperlancar kerja piston dan stang piston.

Sistem Pemasukan Bahan Bakar Mesin 2 Tak

  • Reed Valve / Membran
Sistem pemasukan bahan bakar yang memasuki membran atau katub bulul. Sistem ini menjadi yang sempurna karena masuknya bahan bakar tergantung dari perubahan tekanan dalam ruang karter. Contoh pada motor F1, Ninja, Rx King dan Satria 2T. 

  • Piston Valve
Sistem ini piston berfungsi sebagai pengatur masuk bahan bakar. Kelemahan pada sistem ini ketika kompresi primer, intake port akan terbuka sehingga gas cenderung masuk ke dalam karburator. Contoh pada motor Yamaha Twin

  • Rotary Valve
Pada sistem ini pemasukan bahan bakar diatur oleh sebuah piringan rotary yang terpasang atau menempel pada kruk as. Contoh pada motor Suzuki A100

  • Crankshaft Valve
Pada sistem ini mirip dengan sistem rotary valve, yang membedakan sistem ini tidak menggunakan piringan rotary. Contoh pada motor Pespa.

Catatan : Oversize (memperbesar liner) dalam blok slilinder terdapat 4 tingkatan pertama 0,25 mm, kedua 0,50 mm, ketiga 0,75 mm dan keempat 100 mm. Ketika oversize mencapai 100 mm disarankan untuk overboos atau memperkecil liner (buring) istilah umum mengganti buringnya atau dengan mengganti blok silinder agar pembakaran yang dihasilkan maksimal.

Baca Juga : Apa, Fungsi dan Cara Kerja Karburator

Blok silinder terdapat tipe lain seperti sistem pendingin air radiator, dalam blok silinder tipe ini terdapat lubang melingkar bertujuan untuk jalur air radiator dalam proses mendingankan blok.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel